Saturday, April 03, 2010

Di setiap kota besar dan menengah di Indonesia, ada puluhan ribu pelajar yang ingin menjadi penyiar. Dokter akan tetap membekali teman-teman dengan kiat & pengetahuan yang penting utk diketahui.

Di tahun 80an, banyak radio kawula muda yang sengaja mempekerjakan para pelajar SMA sebagai penyiar. Para penyiar muda ini malah dianjurkan untuk tetap memakai seragam putih-abu2nya, agar para pendengar yang kebetulan datang ke studio bisa melihat sendiri bahwa “radio ini gue banget!”

Di zaman sekarang, remaja punya banyak cara untuk memamerkan siapa dirinya: warna rambutnya Sunset Red, merek tas sekolahnya Oakley, handphone-nya Sony Walkman Phone, nongkrongnya di PIM-2, dst. Tetapi di tahun 80an identitas remaja yang bisa dia tunjukkan pada dunia hanyalah musik yang dia ketahui dan radio yang dia dengarkan. Dia mutlak tahu lirik lagu terbaru dari Duran Duran, dan biasanya hafal nama semua penyiar di radio2 terkondang. Hiburan selain radio dan bioskop? Gajah Mada Plaza, Ratu Plaza, dan TVRI Programa 2. Anda terbayang sebuah era tanpa Handphone, Computer, SMS, Friendster, E-mail, apalagi Internet?

Karena itu pula di zaman itu para pelajar malu jika tertangkap basah mendengarkan radio kakaknya atau radio bapaknya. Semua pelajar saat itu mengaku pendengar Prambors, dan sampai tahun 90an pun masih banyak yang mengaku sama meskipun dia juga mendengarkan Hard Rock FM atau Indika FM. Sedangkan seorang pelajar SMA yang juga bekerja di sebuah
stasiun radio (seperti Fla TOFU di awal karirnya) adalah keistimewaan sekali.

Ini semua Dokter sampaikan agar Anda memahami fungsi dan esensi dari Broadcasting:
1. Penyiar selalu (tanpa lelah, tanpa henti) berupaya menyengkan Audience-nya.
2. Radio (dan TV) mengudara atas dasar keinginan/pemikiran Audience-nya.
[Sponsor/Klien menjadi penting karena merekalah yang mendanai semuanya]

Dokter juga menceritakan ini untuk menggambarkan bahwa untuk menjadi Penyiar di era sekarang ini lebih sulit karena Anda harus punya lebih dari sekedar golden voice; Anda harus punya jiwa entertainer, harus mampu berekspresi secara flexible, harus terdepan mengikuti segala trend lifestyle & information, dan harus siap (tanpa cengeng, tanpa mengeluh) untuk tampil di depan pendengar/penonton manapun untuk memenuhi keinginan Audience dan klien yang membayar Anda.

Dari sini sebenarnya Anda bisa menarik kesimpulan tentang “Modal apa yang harus disiapin untuk jadi Penyiar?”

Pertama , kita harus disiplinkan diri agar bisa selalu berusaha menghibur Audience : jangan berfikir untuk jadi Penyiar jika Anda sulit menepati janji dengan orang atau sering berganti mood setiap hari. Kalau Anda mengalami kesulitan untuk mengendalikan ekspresi diri karena mood Anda mudah berubah-ubah bagaikan cuaca, lebih baik Anda kerja di balik komputerketimbang di studio siaran.

Kedua, kita harus in-touch dengan apa yang sedang menjadi pusat perhatian Audience kita; dengan kata lain, kita harus “gaul” seperti mereka. Kalau ingin bekerja di radio otomotif, misalnya, biasakanlah diri dengan hobby mobil dan motor. Jika ingin menjadi pembaca berita di Metro-TV, biasakanlah mengkonsumsi berita setiap hari.

Ketiga, kita harus terbiasa disuruh-suruh sesuai tuntutan klien atau program. Dalam prakteknya tuntutan ketiga ini sangat bervariasi, misalnya Anda :
• Diberi jam siaran Minggu pagi, padahal Anda paling susah bangun pagi
• Harus mewawancarai seseorang yang Anda sangat tidak suka
• Dituntut memakai celana pendek saat jadi TV-host, padahal lutut Anda jelek
• Diminta diet drastis karena setelah melahirkan koq terlihat gemuk di kamera
• Dan berbagai contoh yang terlalu banyak untuk disebutkan satu-persatu.

Dengan kata lain, kalau Anda merupakan tipe orang yang cenderung membantah perintah atau setiap hari masih dibangunkan oleh Mama, maka sebaiknya Anda kerja di bank saja… atau bikin perusahaan sendiri. Apalagi tugas sebagai Penyiar menuntut Anda bisa memenuhi keinginan Audience, no matter what the conditions and no matter who the Audience is.

Itulah tiga prasyarat yang menurut Dokter Penyiar harus dipenuhi sebelum siapa saja ingin mencoba menjadi seorang Penyiar (TV maupun Radio). Semuanya berasal dari diri sendiri, dan mengingatkan kita bahwa sebelum Stasiun TV/Radio atau Production House merekrut dan menseleksi Anda untuk sebuah programnya, pastikanlah bahwa Anda sendiri sudah punya sikap mental yang benar dan tangguh.

Mumpung masih muda, Dokter mengusulkan untuk sekolah dulu untuk mendapatkan ilmu dan nilai yang baik, karena nanti kalau sudah kuliah bakal ada banyak kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa. Lagipula kalau nilai SMA-nya bagus khan lebih mudah masuk ke Universitas pilihannya. Oh iya, perluaslah pergaulan sejak SMA sekaligus untuk melatih kemampuan berinteraksi, misalnya bicara dengan guru secara sopan & ramah, ngobrol dengan teman secaragaul dan santai, dsb. Pengalaman dan keterampilan berinteraksi sejak SMA akan memudahkan mengembangkan kemampuannya sebagai Penyiar kelak.

Sebagaimana dijabarkan dalam pelatihan “Workshop@Penyiar.com”, keterampilan di ruang siaran (membaca Teleprompter, penguasaan perangkat siaran) bisa dipelajari di tempat Anda siaran kelak. Namun Dokter Penyiar mengingatkan bahwa pembekalan mental juara itulah yang akan membuat Anda siap untuk jadi seorang Broadcaster; bagaimanapun Audience-nya, bagaimanapun Program-nya, bagaimanapun Klien-nya, dan bagaimanapun Boss-nya dalam karir Anda kelak.

Sumber: Dokter @ Penyiar.com

Labels: ,

Wednesday, February 11, 2009

Emang ya...hidup di Jakarta beda banget ma di Malang...
jam kerja yang ga teratur musti rela dijalani.
Tapi udah kurang lebih dua bulan aku di sini...aku mulai menikmati suasananya
Kadang emang kurang tidur gitu...
Tiap hari selalu kesiangan walo alarm dah tereak-tereak
Kasurku terlalu nyaman untuk ditinggal
Makanya aku paling enak bobo...dan bermimpi tentang indahnya dunia
Life is beautiful.....gitu sih kata Bayem semalem....
Ya gak Yem....
Woi...kapan nih nyampe Jakarta?????

Tenang...Garing...Old face..."aneh"Kali aja gitu ya?Tak biasa dilakukan orang awamMeski dari bentuknya sama aja Tapi bener-bener mengganggu mataSenyum dan hembusan nafasnya Serasa menampar ke seluruh mukaKotak...kotak...saking garingnyaKalo ga percaya...minta aja dia melucuPasti kalian bilang....Hah???!!!!!Garing paaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkk!!!!Dedicated to my ex partner, meski baru sebulan....Sorry....gue ga bisa kerjasama ama loe...Omongan loe gak bisa gue cerna....Peace man.....!!!!

Friday, August 05, 2005

Love is not enough....
Cinta aja gak cukup untuk mengungkapkan yang terjadi antara dua manusia. Itulah yang terjadi padaku. Kalo biasanya ada seorang fans penyiar radio, sekarang yang ada kebalikannya. Aku yang seorang penyiar malah jatuh hati pada pendengar setia acara yanbg kubawain setiap Jumat jam 10 malam programnya SCHOOL IS NOT ENOUGH...

" Selamat malam rekan muda, saatnya kita ikut gabung di acara School Is Not Enough bareng saya Bayu dan tamu kita Bang Niam Muis......."

Ya gitu deh, sebuah program acara yang membosankan dan dengan terpaksa kujalani.

29 Juli / 11.28

Opening Scene:
Di sebelah KANAN perapian / duduk seorang kakek2 / yang di datengin sama cucu2-nya / mereka pengen sang kakek mendongeng untuk mereka //
[layar terbagi dua]
Di sebelah KIRI perapian / seorang nenek2 / juga sedang bercerita ke cucu2nya //
mereka mulai bercerita dari sudut pandang masing2 / tapi masih memiliki kesatuan cerita diantara kakek & nenek
-----
contoh:
kakek : dulu waktu kakek masih muda, kakek kerja di sebuah stasiun radio, kakek jadi penyiar disana, bawain acara School is Not Enough....
Nenek : nenek seneng banget dengerin radio, kebetulan ada acara baru waktu itu, namanya School is Not Enough..lama2 nenek tertarik sama penyiar-nya
-----
[scene berubah kemasa lalu]
>>gw susah kalo ditulis, ntar kalo tertarik yosi telpon wawing ya u/ rincian atau gambaran cerita yg bagian ini<<
yg pasti mereka masing2 bercerita secara antusias...tentang pengalaman mereka untuk bisa deket satu sama lain / kesusahan yang mereka alami / sampe mereka ga' bisa jadi satu sama lain / karena masing2 udah punya pasangan // Tapi secara emosional mereka memiliki hubungan yang lebih / dan terus saling menyayangi / sampai di saat mereka harus berpisah untuk melanjutkan hidup mereka masing2 //

Closing Scene :
Suatu hari / di waktu kakek lagi jalan2 sama cucu-nya / begitu juga dengan neneknya // Mereka kebetulan sekali berpapasan / dan pada saat papasan / mereka merasakan suatu kekuatan yang sangat / ada sesuatu di udara yang membuat mereka tertegun / waktu udah papasan / mereka menoleh kan kepala dan merasa // Bahwa dulu mereka pernah ketemu dan punya perasaan yang terpendam di masa lalu // Cucu mereka pun merasakan suatu hal yang kuat di antara kakek dan nenek ini //
Mereka-pun janjian untuk ketemu lagi di suatu tempat // di Coffe shop katakanlah [karena mereka berdua seneng ngopi - kebetulan sekali bukan?! :)] // Di sana mereka ngobrol2 sedikit / kemudian saling menggenggam tangan masing2 //
Di saat itu kamera closing in ke tangan mereka yang saling berpegangan // sekian detik / kamera closing out / dan mereka kembali muda / seperti terakhir kali mereka bertemu //
Akankah mereka bisa meruhan masa depan? / atau itu hanya sebuah ilusi semata / dimana akhirnya mereka bisa bertemu kembali / setelah sekian puluh tahun //
Di saat penonton masih punya banyak pertanyaan di kepala mereka / ending tittle nongol / filem selesai // Efeknya dari sini penonton bakalan mangkel tapi mereka terkesan dengan film ini //
Yos untuk climax dsb-nya bisa nyontoh film2 india yang cerita ttg percintaan dua orang manusia yang tidak bisa di satukan walau mereka saling menyayangi...mungkin karena faktor keluarga dll
aku dapet inspirasi ini, dari hubungan ku sekarang sama Nana...
untuk lebih jelas lagi, ntar kamu bisa telpon aku Yos....makasih mo menerima ini sebagai tambahan cerita untuk kamu tuangkan di tempat kerjamu
oiya...semua yg terjadi di diri kita sekarang , bisa jadi cerminan bahwa kita kadang harus berhati2 dengan perasaan yang kita punya, walaupun begitu paling tidak kita sudah berani untuk memutuskan keputusan yang memang menurut kita terbaik pada saat itu atau saat ini...yang pasti jangan pernah menyesal dengan yang sudah lewat, kita berbuat yang terbaik untuk diri kita tanpa ada tendensi atau niatan untuk menghancurkan orang lain...tapi kalo orang lain merasa tidak terima dengan perbuatan kita (padahal kita ga' ada niatan seperti itu), itu adalah ketidak-mampuan pribadi tersebut untuk menyelesaikan atau menganalisa permasalahan dia sendiri, kasian.....we go on as usual...



your friend,

wawing

Friday, July 22, 2005

matahari tak sedalam matahati
mataku tak sejauh mata mereka
aku tak ingin melihatmu dengan mataku
kuwakilkan mata mereka untuk melihatmu
kuperintahkan otakku untuk menalar mata mereka
dan kuperintahkan hatiku untuk menilaimu
akankah kau baik untukku

tanpa tiupan permohonan
tanpa iming-iming imbalan
hanya sebuah hati kecil yang tulus bershabat
hanya sebuah doa sang pecinta
hanya sebuah keyakinan akan hati
dan sebuah fitrah yang didamba

aku tau semuanya sekarang
aku tidak pantas mendampingimu
aku tetap ingin kau bersinar meski tak akan seterang cahayaku
semoga kau tak pernah redup dan meredupkan sinar lain
take my heart....now i don't care about you, just one i want...be the best

dedicated my friend, he wants to go Toba Lake.

Friday, June 10, 2005

Kapanpun kita memilih mencintai daripada dicintai,
airmata akan selalu jatuh
Jangan mencintai orang yang sempurna,
tapi cintailah orang yang tidak sempurna
dengan cinta yan SEMPURNA

Friends are like pieces of puzzle if you loose one,
it will never be complette again just want you to know
you're one of the pieces I can't afford to loose

Monday, June 06, 2005

Kau Tak Akan Terganti

Separuh jiwaku pergi bersama kenangan akanmu
Segenap rindu lepas tak tertahankan
Bilakah semuanya akan terjadi
Sungguh, aku tak dapat menahan

Bayanganmu tak terasa menemaniku sekian lama
Menyisakan air mata yang tak kunjung kering
Mengguratkan rasa pedih mendalam
Apa dayaku, kutak dapat melupakanmu

Pernahkah terbersit setitik kepekaan di hatimu?
Ataukah kerinduan di kalbumu?
Apakah suara hatimu sudah tak dapat bercakap lagi?
Jawaban apa yang dapat kau berikan atas jejak yang kau tinggalkan?

Tak terasa waktu terus berganti
Tak terasa jua cintaku telah berubah menjadi kasih yang sejati
Sekalipun kau tak pernah menampakkan lagi jejakmu
Cinta tulusku akan tetap bertahan bersama kenangan dirimu

Kubawa kenangan tentangmu dalam doaku
Kubawa rasa rinduku dalam seruan doaku
Kubawa juga jejak langkahmu dalam doaku
Karena kau tak akan terganti

Thursday, June 02, 2005

Lamban kuraba hatiku
Terulang tanya dihati, benarkah ini
Sebuah harap tanpa jawab
Telah terdampar dan menamparku
Kebersamaan tanpa pikir

Sahabat atau kekasih???
Satu ungkapan tepat
Sangkaku tak mungkin terasa
Teman sanggupkah kubilang
Ada satu cinta yang tak sanggup kulepas

Satu harap yang kuyakini
Satu hati yang kuingin bertahta di sana
Satu tempat terindah yang kuingin
Satu dan hanya satu.....dia!!!

To my best frend: sorry....I can't...